Honda HR-V dijual dalam empat varian, S, E, SE dan RS. Semua dijual dalam transmisi otomatis CVT (Continuous Variable Transmission). Harganya mulai Rp362,9 juta sampai Rp513,9 juta.

Varian RS satu-satunya yang bermesin turbo. Tipe ini yang paling mahal dan berselisih sangat jauh dibanding varian yang bermesin bensin biasa. Honda HR-V bermesin bensin naturally aspirated yang paling mahal, Tipe SE. Honda HR-V SE dijual Rp403,1 juta atau selisihnya mencapai Rp110 juta lebih. Selisih sebanyak itu apakah sepadan untuk ditebus? Atau jangan-jangan varian SE sudah lebih dari cukup?

Memang harus diakui, performa mesin turbo Honda HR-V RS jauh lebih unggul dibanding versi lain yang bermesin non-turbo. Namun meskipun memakai mesin tanpa bantuan induksi turbo, tetapi selisih harga Rp100 juta lebih jelas tak bisa diacuhkan begitu saja. Apalagi perbedaan fitur dan kelengkapannya tak begitu jauh.

Kebetulan, OTO.com mendapat kesempatan mencoba baik Honda HR-V RS dan Honda HR-V SE beberapa waktu lalu. Honda HR-V RS yang bermesin turbo saya ajak berdansa di atas lintasan aspal mulus sirkuit Mandalika di Lombok pada 23 Mei 2022. Sementara Honda HR-V SE yang bermesin bensin saya ajak berkeliling pulau Bali.

Pengalaman berkendara mencoba keduanya ternyata menjawab pertanyaan saya di atas. Tapi di artikel ini saya bukan ingin membandingkan Honda HR-V bermesin turbo dengan yang bukan turbo. Melainkan untuk mencari kelebihan dan kekurangan Honda HR-V 1.5L SE CVT.

Kelebihan Honda HR-V 1.5L SE
1. Performa
Honda HR-V bermesin turbo sukses membuat saya girang saat menjinakan sirkuit yang sukses menggelar balap MotoGP 2022. Performa mesin 1,5 liter turbo bertenaga 177 PS dengan torsi puncak 240 Nm jauh mengungguli performa Honda HR-V bermesin 1,8 liter dari generasi pertamanya.

Memang saat duduk di depan kemudi Honda HR-V 1.5L SE, terasa sekali perbedaannya. Buat perbandingan, mesin 1,5 liter naturally aspirated menghasilkan tenaga 121 PS dengan torsi puncak 145 Nm. Selisihnya lumayan bukan? Jelas saja mesin turbo menghasilkan performa yang jauh lebih superior.

Tetapi ketika dipakai berkelana di pulau Bali, tidak pernah sekalipun mesin Honda HR-V tanpa turbo mengecewakan saya. Jalanan menanjak di kawasan pantai Melasti Unggasan bisa ditaklukan dengan mudah. Begitupun saat ingin bermanuver di jalan tol Bali Mandara. Ingat, apabila Anda beli Honda HR-V toh Anda akan menggunakannya di jalanan umum bukan di lintasan balap atau sirkuit. Jadi, performa yang diberikan Honda HR-V 1.5L SE sudah lebih dari cukup.

Sebagai gambaran, performa mesin Honda HR-V bermesin non-turbo ini pun di atas kertas cukup baik bila dibandingkan kompetitornya. Contohnya, Hyundai Creta memakai mesin yang sama-sama berkapasitas 1,5 liter. Tenaganya hanya 115 PS dengan torsi puncak 145 Nm. Singkatnya, diantara kompetitor pun Honda HR-V tetap unggul meski bukan tipe bermesin bensin yang Anda pilih.

Menurut saya, sedikit banyak performanya ini dibantu transmisi CVT (Continuous Variable Transmssion) berteknologi EarthDream terbaru. Karakteristik negatif dari transmisi CVT konvensional biasanya membuat mesin dipaksa meraung pada putaran tinggi terus menerus saat berakselerasi. Transmisi CVT cerdas HR-V mengatasi permasalahan ini dengan menggandeng fungsi torque converter.

Itu sebabnya, saat berakselerasi Anda akan merasa sedang mengendarai mobil bertransmisi otomatis konvensional. Terasa seperti ada perpindahan gigi ketika jarum rpm telah menyentuh red line. Apalagi ada paddle shift yang bisa Anda operasikan untuk seolah pindah gigi secara manual layaknya mobil bertransmisi otomatis konvensional. Cara ini yang membuat pengemudinya tak perlu khawatir menghadapi situasi berkendara yang beragam ataupun jalanan curam yang menantang.

Satu hal menarik lainnya, Honda memang hanya menyematkan 3-Mode Drive System hanya untuk HR-V RS. Makanya switch mode berkendara tak tersedia di mobil ini. Tetapi sebetulnya, meski tak memakai switch khusus, Anda tetap bisa menoperasikan ketiga mode tersebut loh!

Mode berkendara eCON bisa dioperasikan pada Honda HR-V 1.5L SE dengan menekan tombol yang tersedia di konsol tengah. Mode ini memberikan performa berkendara yang moderat demi efisiensi bahan bakar yang optimal.

Kalau mode Sport bagaimana mengaktifkannya? Gampang, geser tuas transmisi ke posisi ‘S’. Maka respons pedal gas akan terasa lebih instant sama seperti yang Anda dapat ketika mengaktifkan mode berkendara Sport pada Honda HR-V Turbo. Pindah kembali tuas transmisi ke posisi ‘D’ maka Anda berkendara dengan mode Normal.

2. Kenyamanan Berkendara
Pengalaman mengendarai Honda HR-V bermesin turbo di sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu mengungkap karakter berkendaranya yang lebih sporty dibanding sebelumnya. Nah, varian non-turbo ternyata memakai kaki-kaki yang sama. Suspensi depan MacPherson Strut di depan dan H-Shape Torsion Beam di belakang disetel identik.

Makanya, awalnya saya menduga karakter berkendaranya yang sportif memberi efek yang kurang nyaman ketika dipakai di jalanan umum. Tetapi ternyata bantingan suspensinya cenderung nyaman. Walaupun mobil ini asyik ditekuk di tikungan, tetapi rebound suspensi yang baik tak sampai membuat sakit pinggang saat melindas permukaan jalan yang tak mulus.

Selain itu, Honda HR-V juga memiliki tingkat NVH (Noise, Vibration and Harshness) yang sangat baik. Tak hanya kabin yang kedap, getaran yang minim, tetapi tak ada bunyi-bunyi aneh yang terdengar saat berkendara. Lebih dari itu, dimensi panjang 4.330 mm, lebar 1.790 mm dan tinggi 1.590 mm memberikan ruang kabin yang luas baik untuk setiap penghuni kabin.

3. Fitur Keselamatan
Honda HR-V datang dengan fitur keselamatan terpadu, Honda Sensing. Mulai dari Adaptive Cruise Control (ACC) with Low-Speed Follow, Collision Mitigation Braking System (CMBS), Lane Keeping Assist System (LKAS), Road Departure Mitigation System (RDM), Lead Car Departure Notification System (LCDN) hingga Auto High Beam.

Biasanya fitur keselamatan yang lengkap hanya tersedia pada varian teratas atau yang termahal saja. Hebatnya, Honda memberikan Honda Sensing dan seluruh fitur tersebut pada seluruh varian. Bukan hanya varian SE saja, bahkan HR-V 1.5L S yang termurah sekalipun memiliki seluruh fitur keselamatan yang tersedia pada varian RS.

Selain semua fitur tersebut, fitur keselamatan standar seperti Hill Start Assist (HSA), Hill Decent Control (HDC), Vehicle Stability Assist (VSA), Emergency Stop Signal (ESS), Brake Override System (BOS), rem ABS, EBD dan BA, kursi ISOFIX dan Tether hingga Parking sensor tersedia pada varian SE. Bedanya dari varian RS, tipe SE hanya memiliki 4 airbags bukan 6 airbags.

Kekurangan Honda HR-V 1.5L SE
1. Panoramic Roof
Bukan lagi rahasia kalau Honda HR-V terbaru memiliki panoramic roof yang berukuran jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Yoshitomo Ihashi, Large Project Leader of All-new Honda HR-V Honda Motor Co., Ltd., Automobile Operations, Monozukuri Center secara virtual kepada awak media dalam kegiatan Media Test Drive Honda HR-V di Sirkuit Mandalika (23/5) mengatakan, “Alasannya karena kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang berbeda, yakni dengan panoramic roof yang berukuran lebih besar. Atap unik ini memungkinkan pengemudi dan penumpang depan menikmati pemandangan ke atas yang lebih menyenangkan lagi.”

Lebih lanjut, ia menuturkan bila menggunakan model panoramic sunroof seperti sebelumnya, maka harus ada bingkai dan komponen mekanisme buka-tutup sunroof. Sehingga panoramic roof tak mungkin bisa berukuran seperti yang dimiliki Honda HR-V saat ini.

Masalahnya bukan hanya tak bisa dibuka, tetapi penutup atau sun shade panoramic roof harus dibongkar-pasang secara manual. Memang cara membuka ataupun memasangnya cukup mudah, hanya saja tak semudah bila memakai penutup elektris. Contoh, Kalau Anda sedang berkendara sendiri dan lupa menutup panoramic roof ketika berkendara. Kalu ingin menutupnya Anda harus menepi terlebih dahulu dan memasang penutupnya. Belum lagi penutupnya harus disimpan di bagasi kalau tak ingin memakai tempat. Berbeda dari electric panoramic sunroof Honda HR-V sebelumnya. Walaupun lebih kecil ukurannya, tetapi kalau Anda ingin membuka atau menutup sun shade cukup pencet tombol saja.

2. Sistem Multimedia
Honda HR-V RS dan SE dibekali sistem multimedia 8-inci capacitive touchscreen dengan kemampuan konektivitas Weblink. Anda bisa mengoperasikan beberapa aplikasi dari smartphone pada sistem multimedianya seperti Google Maps menggunakan Android Auto ataupun Apple CarPlay. Cukup memadai.

Tetapi kalau beberapa kompetitornya, ternyata apa yang disediakan Honda masih kalah. Contohnya Hyundai Creta, mid SUV (Sport Utility Vehicle) asal Korea Selatan itu menyuguhkan konsumennya dengan fitur Bluelink. Fitur milik Hyundai Creta itu memiliki layanan SOS atau Emergency Asistance, Stolen Vehicle Notification, Stolen Vehicle Tracking hingga Stolen Vehicle immobilization, Remote Climate Control, Remote Door Lock/Unlock hingga Remote Horn & Light Control. Semua itu tak tersedia pada Honda HR-V.

Jadi kesimpulannya, untuk pemakaian harian di perkotaan Honda HR-V 1.5L SE sudah memadai. Performa mesin turbo varian RS memang menggoda, tapi pastikan Anda pilih tipe itu kalau ada uang lebih saja. Karena selain menebus performa, varian RS punya sejumlah pembeda di bagian eksterior yang membuatnya terlihat lebih eksklusif dibanding varian lainnya. Tetapi hampir semua fitur yang dimilikinya juga dimiliki oleh varian SE yang harganya lebih murah lebih dari Rp100 juta. Tak salah mengapa varian ini menjadi yang paling banyak dipesan konsumen Indonesia.